
LONDON, KOMPAS.com — Terjawablah teka-teki siapa yang akan menjadi pelatih tetap Chelsea setelah Guus Hiddink mengakhiri tugas sementaranya di Stamford Bridge. Mantan pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti, menjadi bos baru “The Blues” dan dia terikat kontrak selama tiga tahun.
Demikian pernyataan Chelsea lewat situs klub. “Chelsea senang dan mengumumkan bahwa Carlo Ancelotti telah setuju untuk menjadi manajer baru kami,” demikian bunyinya.
Tentang kontrak pria berusia 49 tahun kelahiran Reggiolo itu, Chelsea kembali memberikan pernyataan bahwa pelatih yang telah banyak meraih kesuksesan bersama Milan tersebut telah menandatangani kontrak selama tiga tahun. Kerja sama itu secara resmi dimulai 1 Juli 2009 nanti.
Ada alasan mengapa Chelsea sangat tertarik menggaet Ancelotti. Catatan prestasi pelatih ini cukup menggiurkan karena dia termasuk sukses untuk level Eropa, baik saat masih menjadi pemain maupun ketika jadi pelatih.
Ketika masih aktif di lapangan hijau, Ancelotti yang merupakan seorang gelandang, dua kali mengangkat trofi Liga Champions bersama Milan. Jumlah yang sama juga kembali dia gapai ketika mengarsiteki Rossoneri—julukan Milan. Sedangkan gelar juara Serie A berhasil dia persembahkan satu kali.
“Carlo adalah kandidat terkuat untuk pekerjaan ini. Dia telah membuktikan kemampuannya dalam masa yang lama untuk membangun tim, dan juga meraih sukses, baik di kompetisi domestik maupun Eropa,” tambah pernyataan Chelsea.
“Selama jadi pemain, dia juga meraih sukses yang besar di semua kompetisi sehingga pengalamannya untuk pekerjaan ini tak perlu diragukan lagi. Kami yakin, semua orang di Chelsea akan menyambutnya dengan penuh kehangatan dan kami siap bekerja sama dengan dia.”
Memang, Chelsea belum meraih sukses di pentas Eropa. Prestasi terbaik “Si Biru” adalah mencapai final Liga Champions pada musim lalu, sebelum dikalahkan Manchester United lewat adu penalti.
Tahun ini, di bawah besutan Hiddink yang masuk menggantikan Felipe Scolari yang dipecat, Chelsea nyaris mengulangi kisah serupa. Sayang, langkahnya terhenti di semifinal karena kalah oleh gol tandang Barcelona yang mampu menahan mereka 1-1 di Stamford Bridge, setelah bermain imbang 0-0 di Nou Camp.
Nah, Ancelotti diharapkan bisa membawa Chelsea mewujudkan impian untuk jadi juara Eropa. Di sisi lain, kedekatannya dengan Kaka bisa menjadi salah satu senjata untuk menghadirkan gelandang elegan asal Brasil tersebut di Stamford Bridge, meskipun publik San Siro pasti tak ingin mantan Pemain Terbaik Dunia 2007 itu hengkang