//
// <![CDATA[
// <![CDATA[
var ox_swf = new FlashObject('http://ad.okezone.com/uploader/banners/Garda oto/Garda oto - 640x80.swf', 'Advertisement', '640', '80', '4');
ox_swf.addVariable('clickTARGET', '_blank');
ox_swf.addVariable('clickTAG', 'http%3A%2F%2Fads.okezone.com%2Fopenx%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D785__zoneid%3D194__cb%3De201ecec96__oadest%3Dhttp%253A%252F%252Fad.okezone.com%252Fmicrosite%252Fgardaoto%252Fmicro.html');
ox_swf.addParam('allowScriptAccess','always');
ox_swf.write('ox_ab5b7d72d74072a751bf69527d34bb6f');
if (ox_swf.installedVer.versionIsValid(ox_swf.getAttribute('version'))) { document.write("
"); }
//
// ]]>

JAKARTA – Kehadiran Taufiq kiemas dalam Muspimnas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Acacia kemarin menjadi sinyal bakal merapatnya Gus Dur ke kubu Mega-Prabowo.
Namun hal itu langsung ditampik Gus Dur ketika ditanya apakah akan berkoalisi dengan Mega-Prabowo. “Saya gak mau koalisi, ngapain?” ujarnya mengikuti diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (13/6/2009).
Gus Dur memang selama ini dikenal lebih dekat dengan Megawati. Saat mengkritisi kecurangan pemilu legislatif lalu, mantan Ketua PBNU itu terlihat datang ke rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta.
Putri Gus Dur, Yenny Wahid juga sempat menjadi jurkam Partai Gerindra saat pemilu legislatif lalu dan mengimbau warga nahdliyin agar mengalihkan dukungan ke partai besutan Prabowo Subianto itu.
(ful)
//

